"Kembali ke Kota" - MTA dalam pameran IndonesiaLand di Selasar Sunaryo, Bandung

IndonesiaLand adalah sebuah pameran arsitektur yang digagas Selasar Sunaryo dan dikurasi oleh Sarah M. Ginting. Pameran yang berlangsung selama bulan September 2016 ini memamerkan karya 30 arsitek, komunitas, pengembang dan sekolah-sekolah arsitektur di Indonesia.

Dalam pengantarnya kurator mengatakan bahwa: "IndonesiaLand berinisiatif memaparkan realitas masyarakat Indonesia, dengan arsitektur sebagai subjek pengisahannya. Pameran berdatumkan architectural culture reporting, memperspektifkan kemajemukan wajah arsitektur Indonesia, yang selama ini  lazim dipersepsikan awam sebatas pameran komodifikasi ruang kapital.  Ikhtiar Indonesialand adalah dengan lugas, mengisahkan kedinamisan masyarakat mengelola potensi maupun tantangan pada ruang urban Indonesia". (Silakan baca Pengantar Pameran lengkap).


panels.jpg

"Kembali ke Kota"

Ini adalah sebuah studi untuk menemukan bentuk ruang kota dan volume bangunan baru yang sesuai dengan karakter kota lama Bandung; sambil tetap memenuhi kebutuhan ruang baru, mengoptimalkan intensitas penggunaan lahan, serta mengembalikan kepadatan dan vitalitas kota.

Kota lama Bandung masih merupakan bagian kota terbaik dengan ruang-ruang kota yang nyaman dan bangunan-bangunan yang indah; yang belum tertandingi tempat lain yang kita bangun setelah kemerdekaan. Warisan terbaik ini sedang mengalami tekanan hebat akibat ketergantungan kita pada kendaraan pribadi; logika pengembangan properti yang berprinsip memaksimalkan ruang terbangun; serta berbagai teori dan peraturan yang secara tidak sengaja mendorong kerusakan karakter pusat kota lama Bandung.

Studi ini mendekati ruang kota secara VISUAL; yakni mencari proporsi ruang publik dan massa bangunan yang ideal untuk menjaga karakter kota lama, lalu menyimpulkan batas tinggi bangunan, intensitas pengembangan dan ruang terbuka sebagai alat untuk mencapai tujuan visual tersebut. Studi ini menyarankan kembalinya fungsi hunian di tengah kota untuk menciptakan ruang-ruang publik yang hidup dan aktif dan aman. 

  

Fortress Europe - MTA at Venice Architecture Biennale 2016

Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.